Search

Ketahui Makanan yang Bisa Membuat Balita Tersedak

Saat Si Kecil sudah mulai memasuki masa MPASI (makanan pendamping air susu ibu), sebagai orangtua, ibu tentunya ingin menyiapkan makanan yang terbaik baginya. Hal yang sangat menyenangkan bagi orangtua melihat bayi makan dengan lahap.


Selain memperhatikan kandungan gizi makanan, ibu perlu memperhatikan ukuran dan jenis makanan saat menyiapkan MPASI untuk bayi. Hal itu karena bayi yang masih berusia di bawah tiga tahun masih dalam proses belajar mengunyah dan menelan makanan. Makanan yang berukuran besar atau jenis makanan tertentu dapat membuat bayi tersedak.

Makanan yang Bisa Membuat Balita Tersedak

Makanan adalah penyebab paling umum bayi tersedak. Kemampuan mengunyah yang belum sempurna membuat bayi cenderung mencoba menelan makanan secara utuh, sehingga membuatnya tersedak.


Makanan yang paling berbahaya adalah berbentuk bulat dan keras. Cara ibu menyiapkan makanan juga dapat meningkatkan risiko bayi tersedak. Beberapa makanan yang disajikan mentah dan utuh bisa menyebabkan bayi tersedak.


Oleh karena itu, ibu dianjurkan untuk memotong makanan menjadi potongan-potongan kecil atau melembutkan makanan untuk mencegah bayi tersedak. Berikut ini contoh makanan yang perlu ibu waspadai karena berpotensi menimbulkan bahaya tersedak pada bayi 6-12 bulan:


Sayuran atau buah-buahan: biji jagung utuh yang dimasak atau mentah, tomat ceria tau anggur yang belum dipotong, potongan buah atau sayuran mentah yang keras, dan buah kering mentah, seperti kismis.

Makanan Berprotein: kacang utuh atau cincang dan selai kacang, potongan daging yang keras atau besar, hot dog, stik daging atau sosis, ikan dengan tulang, dan potongan keju yang besar.

Produk Biji-bijian: cookies atau granola bar, keripik kentang atau makanan ringan serupa, biskuit atau roti dengan biji-bijian, potongan kacang atau biji-bijian utuh.

Makanan Manis: permen keras, jelly beans, permen karet, marshmallow.

Pada usia 1 tahun, bayi biasanya bisa makan dengan lebih baik, bahkan beberapa mungkin bisa makan sendiri. Meskipun Si Kecil sudah bisa makan hampir sebagian besar makanan pada saat itu, beberapa makanan masih berbahaya dan berpotensi membuat tersedak. Berikut makanan berbahaya untuk bayi usia 1-2 tahun:


Sayuran atau buah-buahan: stik wortel, anggur utuh, tomat ceri, potongan besar buah atau sayuran mentah.

Makanan Berprotein: kacang utuh, daging yang keras, potongan hot dog atau sosis berbentuk bulat, selai kacang.

Produk Biji-bijian: popcorn dan keripik.

Makanan Manis: permen keras dan permen karet.

Cara Mencegah Bayi Tersedak

Selain mewaspadai makanan di atas, berikut cara yang bisa ibu lakukan untuk mencegah bayi tersedak:


Sebaiknya bayi dalam posisi duduk saat ibu memberinya makanan. Jangan biarkan Si Kecil makan sambil berbaring.

Taruhlah bayi di kursi tinggi atau tempat aman lainnya saat memberi makan.

Hindari memberi makan bayi di dalam mobil atau di dalam stroller.

Masak dan siapkan makanan dengan cara yang sesuai dengan usia dan perkembangan Si Kecil. Ibu juga dianjurkan untuk memotong makanan menjadi potongan yang tidak lebih besar dari 3,5 sentimeter. Jika bayi menelan makanan tersebut secara utuh pun, makanan tidak akan menyangkut di tenggorokannya.

1 view0 comments